| Pagi di Sembalun |
Setelah semalam bergelimpangan diatas rumah panggung sembilan meter persegi, pagi buta kamipun harus segera bangun. Saya segera bangun pagi itu, takut kalau persediaan air untuk buang air dan mandi habis. Saat membuka pintu, dinginnya Sembalun langsung merasuk kedalam sweater yang saya pakai. Karena tak bisa menahan lagi, saya langsung beranjak ke kamar mandi dengan bantuan headlamp sebagai penerang jalan. Setelah lega buang hajat, saya pun mengambil air wudhu yang tentu saja sangat dingin. Mungkin berkisar 18 derajat Celcius. Segera saya tuntaskan wudhu dan sholat shubuh diatas tanah kosong dengan matras yang Yoga yang saya bawa dari rumah.
- 8:30:00 AM
- 0 Comments







