Semburat Langit Merah Jambu dipesisir Borneo

2:34:00 AM

Semburat Langit Merah Jambu
Adalah Derawan, gugusan pulau di kabupaten Berau Kalimantan Timur ini menyajikan pemandangan elok nan perawan. Menurut penduduk sekitar kata Derawan berasal dari kata perawan.

Kepulauan Derawan terdiri dari Kakaban, Kakak pertama. (Ada juga yang menyebutnya kakaban karna orang pertama yang menjejakkan kaki disana bernama ban). Maratua yang berarti Mertua. Dan Sangalaki yang berarti Lelaki atau suami.

Gugusan pulau indah ini menyajikan kepuasan tersendiri ketika menjelajahi atau sekedar menikmati keindahannya.

Berangkat dari Balikpapan menuju Tarakan, selama kurang dari 1 jam saya menjelajah udara. Dilanjutkan perjalanan laut dengan speedboat kecil bermuatan 12 orang kita merasakan ombak ganas laut kalimantan (bulan januari bukan waktu yang tepat untuk menjelajahi derawan, ombak 5 meter akan menjadi musuh kita).

Sebenarnya terbang dari Balikpapan menuju ke Berau lebih nyaman daripada ke tarakan. Hanya butuh sejam terbang dari balikpapan, dilanjutkan perjalanan darat dari bandara ke pelabuhan tanjung batu selama 2 jam, ditambah perjalanan laut selama setengah jam saja. 

Oke, kembali ke bahasan tadi, setelah 5 jam dari tarakan menerjang ombak buas di bulan Januari, akhirnya pengorbanan itu terobati. Hamparan pasir putih nan bersih, birunya air laut dan langit berwarna ke merah jambuan seakan membayar rasa kesakitan menerjang ombak tadi.

Berbenah, mandi, dan berpakaian bersih, lanjutklah kami menyusuri pulau kecil ini menjadi perjalanan menarik berikutnya, menikmati deburan ombak menyapu pasir, dengan disuguhi langit yang membuat mata membelalak, membuat saya berfikir tak mau kembali lagi ke kota.

Setelah puas menikmati pecahnya pemandangan Derawan, waktunya istirahat untuk menyiapkan tenaga esok hari.
Saya terbangun ketika suara deburan ombak mengenai pondasi penginapan tempatku terlelap, jelas saja, saya tinggal di homestay murah bertiga dengan teman sesama backpacker yang baru kukenal kemarin itu mengapung pas di pantai Derawan. Tak sabar mata saya terbuka. Menyusuri pulau ini dipagi hari sangat menyenangkan. Walaupun matahari malu-malu untuk menunjukkan sinarnya, itu tak menyurutkan rasa kagumku pada pulau ini. 

Setelah menyantap menu lokal. Saya bergegas berasiap untuk menjelajahi kepulauan indah ini. Dengan menaiki speedboat kemarin, kami menuju ke pulau gusung. Gusung adalah sebutan untuk ginukan pasir ditengah laut, yang muncul hanya jika air surut

"Seakan punya pulau pribadi" itulah yang ada dibenakku sesaat setelah tiba di gusung ini.

Puas menikmati gusung, kita diboyong menuju snipper, spot snorkeling indah ditengah laut. Namun sekali lagi karena kendala cuaca, pemandangan bawah air menjadi keruh, dan kurang bagus

Karena ombak yang tak kunjung surut, kami memutuskan kembali ke derawan, dan melanjutkan snorkeling di Kawasan Diving Resort di Derawan. Pemandangan disana, tak pula menyurutkan rasa takjub saya
Keesokan harinya adalah kegiatan inti di Derawan, yaitu mengunjungi gugusan pulaunya. Saya tak terlalu beruntung, ombak nampaknya tak mau berdamai dengan kami, dari awal perjalanan. Untuk menghindari perahu dari karam. Kita beranjak ke Sangalaki. Disini adalah salah satu tempat budidaya penyu hijau. 

Kemilau jingga di langit senja


Di Sangalaki kita bisa menikmati kelapa muda segar yang baru saja dipetik, sedikit informasi, rasa kelapa didekat pantai lebih segar dari pada yang jauh dari pantai, karena kandungan mineral dan garam lebih banyak di pantai. 

Sangalaki adalah salah satu tempat bididaya penyu di Indonesia. Budidaya penyu disini dilakukan untuk melindungi penyu dari perburuan dan ancaman predator (biawak). Para penyu akan bertelur di malam hari di pasir-pasir. Kemudian pasir tersebut di tinggal induknya dan para tukik (anak penyu) akan menetas dengan sendirinya, di pagi hari. Para penduduk sangalaki berusaha mempertahankan populasi penyu dengan mengamankan tukik ketika menetas, untuk melindunginya dari serangan biawak, tukik akan dilepaskan di malam hari.
Tukik-tukik tersebut bisa tahan tanpa makanan selama 7 hari, karena di bawah lapisan perutnya ada cadangan makanan yang memungkinkannya bertahan hidup.

Selepas menengok puluhan tukik, giliran saya untuk memanjakan mata menengok indahnya alam bawah air di Sangalaki. Sekali lagi, januari memang bukan waktu yang tepat untuk bersafari di laut. Namun ombak yang berdebur kencang hanya sedikit mengurangi keindahan pemandangan laut di sangalaki ini.

Tukik yang elok hendak menyusuri pasir panta
Puas di sangalaki, sebenarnya kita akan beranjak ke maratua dan kakaban. Ombak serasa menghalangi langkah kami, akhirnya kami beranjak menuju hutan bakau ditengah laut, suasana tenang langsung terasa seketika kita memasuki kawasan itu. Serasa tak puas mengelilingi Derawan saya harus pergi lain waktu.
(Berau-Kalimantan Timur, 27 Januari 2014)

Tips : 
Transportasi
Dari Balikpapan ambilah pesawat ke Berau, perjalanan akan memakan waktu sejam. Biayanya sekitar 700ribu pulang-pergi

Dari Bandara di Berau carterlah mobil seharga 500ribu ke Pelabuhan Tanjung Batu. Jika anda pergi sendiri, carilah teman, atau jika anda bisa bernegosiasi, anda akan mendapatkan harga 100ribu perorang. Perjalanan memakan waktu 2 jam

Dari Tanjung Batu naiklah speedboat ke Derawan. Perorang biayanya 75ribu. 

Untuk menuju Kakaban, Maratua, Sangalaki anda perlu menyewa speedboat dengan biaya 1,5juta untuk 7 orang, 2 juta untuk 10 orang. Sewa speedboat untuk satu hari penuh.





You Might Also Like

0 komentar