- 12:08:00 AM
- 0 Comments
| Sakura di Kyoto |
- 9:34:00 AM
- 1 Comments
"Ke luar negeri tanpa booking hotel? Mana bisa?". Kata siapa perlu hotel buat ngetrip. Kita hanya butuh keberanian dan jiwa petualang. Sebenernya gue udah telat banget sih tau couchsurfing, sementara kenalan gue udah bertahun-tahun pake. Di kalangan traveler couchsurfing emang gak asing lagi, tapi masih aja banyak yang tanya, lu ke London kemarin penginapan habis berapa? kan mahal? Gua jawab, gua ikut CS (Couchsurfing) tapi masih aja banyak yang tanya apa itu Couchsurfing. Nah gue coba buat jelasin dikit ya.
- 12:35:00 AM
- 0 Comments
Pukul 8 malam saya sampai di
stasiun Yatri Nivas di Kolkata diantar oleh Bolu Gupta. Saya berikan 2000 rupee
karena iba padanya. Dia berterimakasih sambil memegang erat tangan saya serta
mengangguk-anggukkan kepalanya. Setelah pamitan, saya langsung kandas diikuti
asap taxi gupta menjauh dari saya. kemudian saya beranjak ke KFC untuk mengisi
perut.
- 2:46:00 AM
- 0 Comments
![]() |
| Howrah Bridge di pagi hari |
Tepat pukul enam pagi saya terbangun lantaran mendengar puluhan pasang langkah
kaki didekat saya ketika saya lihat, ternyata sudah banyak manusia lalu lalang
distasiun. Mulai dari anak-anak, remaja, bapak-bapak, ibu-ibu hingga kakek
nenek tua renta. Mayoritas dari mereka membawa barang bawaan yang dibungkus
karung goni yang disunggi atau dpikul menggunakan kepala mereka. Tak jarang
saya melihat ibu-ibu hitam legam yang memakai sari warna terang sambil membawa
keranjang.
- 2:42:00 AM
- 0 Comments
![]() |
| Kuala Lumpur International Airport 2 |
- 10:30:00 PM
- 5 Comments
Jam dinding bersudut 180 saat saya terbangun. Matahari masih berselimut kala itu. Segera saya mengayuh sepeda menyusuri pulau kecil ini. Jalanan memang masih sepi, namun kilauan mentari telah terpantul diantara gemericik ombak Terawangan. Sesekali saya memergoki nelayan pulang dari melaut. Saya pun mengintip beberapa orang menenteng beberapa tabung dan snorkeling yang dipersiapkan untuk membelah lautan.
Gili dipagi hari amat mempesona. Berjajar para kepala-kepala yang haus kilauan mentari pagi. Dipasir putih nampak beberapa kamera ditodongkan ke arah lautan lepas. Kayuhan sepeda sayapun teerhenti sejenak ketika mendapati hijaunya pepohonan berkolaborasi dengan kuningnya sinar matahari. Sesaat kemudian saya mengayuh kembali sepeda berwarna biru usang yang saya sewa seharga 20ribu untuk sehari. Belum sejam saya sudah mengitari pulau ini
- 9:06:00 PM
- 1 Comments
| Pantai Gili Terawangan |
Matahari sudah melirik kami saat itu. Kami bergegas memberesi tenda dan kawan-kawannya untuk beranjak turun ke Desa Senaru yang jarak tempuhnya hanya setengah jam dari tempat kita menenda. Setelah segalanya siap kamipun turun. Saya yang masih dengan sakit dikaki berjalan cepat demi segera sampai dan beristirahat. Sekali lagi saya berpisah dengan rombongan dan meluncur dengan terpincang-pincang lantaran kaki kiri terasa nyeri.
- 9:19:00 PM
- 2 Comments
| Berfoto dengan Pendaki Cilik |
Naik gunung bukanlah aktivitas yang remeh. Butuh fisik yang tangguh dan mental yang kuat. Fisik yang sehat mutlak dibutuhkan, namun mental pantang menyerah juga nomor wahid yang harus dimiliki.
Sebelum naik gunung saya melakukan persiapan yang cukup matang. Mulai dari berolahraga ringan hingga barang bawaan. Saya berlatih di treadmill tiga kali seminggu selama 20-30 menit perset. Selain Olahraga berikut benda-benda yang saya siapkan.
- 7:25:00 AM
- 0 Comments
Setelah semalam kami singgah di danau, akhirnya perjalanan berikutnyapun dimulai. Tadi malam kami menyantap hidangan enak yakni ikan bakar yang kami peroleh dari tetangga sebelah. Tetangga sebelah kami terdiri dari ABG Lombok yang merayakan kelulusannya dengan naik Rinjani. Mereka sengaja membawa alat pancing agar bisa memperoleh ikan dengan mudah ketika di danau. Hasil pancingan mereka berlimpah ketika itu. Maka kamipun diberi beberapa ekor yang akhirnya berpindah ke perut-perut lapar kami. Sayapun yang sebenarnya tidak suka ikan akhirnya lahap ketika kelaparan sudah menghantui perut saya.
- 8:00:00 AM
- 1 Comments
| Danau Segara Anak |
Setelah semalaman kami menenda di Pelawangan Sembalun. Hari ini kami siap untuk memulai perjalanan turun gunung. Setelah sarapan mie instan, sardine dan nasi setengah beras (Nasi bercampur beras karena kurang matang) kemudian kamipun segera berkemas untuk memulai perjalanan turun.
Setelah berkemas berdoa, dan stretching pukul 9 pagi kita mulai menapaki jalan menuju Segara Anak, sebuah danau yang berada di lereng Rinjani. Di perjalanan ini semangat kami sangat membara. Lantaran empat hari kami digunung, membuat kami merindukan rumah. Riani yang sedari awal perjalanan menjadi pengekor, kali ini dia menjadi yang tercepat di rombongan kami.
- 8:00:00 AM
- 0 Comments
| Sinar Mentari di Rinjani |
- 5:00:00 AM
- 2 Comments
| Sunrise di Pos 2 |
Badan terasa pegal, lantaran kemarin tidur diantara rerumputan dengan tonjolan-tonjalan yang tidak ergonomis sama sekali. Tentu saja tidak ergonomis, rupanya kami mendirikan tenda ditengah padang Savannah di antara tingginya ilalang dan tanah yang sangat tidak rata.
Saya bergegas menunaikan sholat subuh sembari menunggu fajar menampakkan keelokannya. Pagi itu cuaca memang dingin. Saya sholat dengan berbalut kaos kaki dan sehelai syal melingkar dileher.
- 8:30:00 AM
- 0 Comments
| Pagi di Sembalun |
Setelah semalam bergelimpangan diatas rumah panggung sembilan meter persegi, pagi buta kamipun harus segera bangun. Saya segera bangun pagi itu, takut kalau persediaan air untuk buang air dan mandi habis. Saat membuka pintu, dinginnya Sembalun langsung merasuk kedalam sweater yang saya pakai. Karena tak bisa menahan lagi, saya langsung beranjak ke kamar mandi dengan bantuan headlamp sebagai penerang jalan. Setelah lega buang hajat, saya pun mengambil air wudhu yang tentu saja sangat dingin. Mungkin berkisar 18 derajat Celcius. Segera saya tuntaskan wudhu dan sholat shubuh diatas tanah kosong dengan matras yang Yoga yang saya bawa dari rumah.
- 8:30:00 AM
- 0 Comments
![]() |
| Trek Pendakian Rinjani |
Setelah perjalanan melelahkan dari Balikpapan menuju Lombok, saya masih harus menempuh perjalanan darat sekitar dua jam dari Bandara Internasional Lombok. Kami rombongan ber 12 datang dari Jakarta, Balikpapan dan Surabaya dengan berbagai moda transportasi. Tony dan WIdi datang dari Jakarta dengan pesawat, sementara Saya, Pian dan Riani datang dari Balikpapan dengan pesawat namun transit sejenak di Surabaya. Sementara Shelvi, Ivana, Deny, Ricky, Bayu dan Tirto ngeteng dari Surabaya ke Lombok. Yang paling jauh adalah Adit, dia mengambil rute, Balikpapan-KL-Lombok.
- 8:00:00 PM
- 0 Comments


